
Deddy merekomendasikan perdagangan minyak pada senin (26/11/2018) dengan rentang 52 dolar hingga 54 dolar AS perbarel .
Sementara Negara Pengekspor Minyak akan surut karena belum selesainya kegiatan perang dagang AS dan China yang terjadi,ini mungkin tidak baik untuk pertumbuhan ekonomi global hingga tahun depan,namun harga minyak juga akan terus menurun harga hingga tahun depan,harga minyak di senin kisaran 15,80 dollar AS - 55,20 dollar AS per barrel .
Lemahnya harga minyak juga mempengaruhi oleh meningkatnya kegiatan pengeboran minyak di AS yang jumlahnya mencapai 888 sumur yang aktif,cadangan dan produksi minyak aktif di AS naik hingga 4,9 juta per barrel menjadi 446,91 juta per barrel di pekan lalu .
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mendorong pemotongan harga minyak pada pasokan 1 juta bph hingga 1,4 juta bph sampai 6 Desember mendatang .
Namun utusan Uni Emieat Arab mengatakan mungkin bahwa kelompok itu mengurangi output tingkat pemangkasan yang pasti belum di putuskan .
Untuk tahun depan kondisi AS akan memperkirakan meningkatkan OPEC untuk menyetujui penurunan produksi minyaknya pada tahun depan,harga minyak akan bergerak melemah atau sideways .

No comments:
Post a Comment