INFODadupoker - HEBOH!!! TERNYATA PANGLIMA TNI MEMILIKI SEBUAH MISI RAHASIA DARI PRESIDEN RI DI AS - INFODADUPOKER

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Wednesday, October 25, 2017

INFODadupoker - HEBOH!!! TERNYATA PANGLIMA TNI MEMILIKI SEBUAH MISI RAHASIA DARI PRESIDEN RI DI AS

Infodadupoker
INFODadupoker - Seperti yang anda ketahui seluruh pembaca setia kami ditanah air. Saat ini Mengenai Kasus Panglima TNI yang dicekal. Pada saat dirinya diundang ke Amerika Serikat untuk menghadiri sebuah pers. Dimana undangan ini langsung diberikan Panglima AS. Namun sayang menjadi sebuah insiden yang sangat memalukan .

Meskipun sudah diklarifikasi dan resmikan permintaan maaf. Namun saja hal seperti ini sudah membuat Masyarakat, Para Menteri dan juga Presiden RI kecewa. Atas pelayanan yang diberikan AS kepada Panglima TNI Indonesia .

Mengenai insiden yang terjadi ini. Kepala staf Gabungan Tentara Amerika Serikat Jenderal Joseph F Durford Jr. Secara pribadi sudah melakukan kontak Langsung kepada Jenderal Gatot Nurmantyo. Selain meminta maaf secara pribadi Jenderal AS langsung mengundangnya kembali. Dimana untuk membalas ketidaknyamanan yang sudah dirinya rasakan saat ini .

Tetapi Disini Jenderal Gatot secara tegas menegaskan. Dirinya telah menolak undangan tersebut. Dimana semuanya telah diserahkan langsung kepada Presiden RI kedepannya. Kalaupun akan adanya keberangkatan kedepannya. Itu Kapasitasnya sebagai Panglima TNI utusan dari Presiden Negara. Dan  untuk saat ini Presiden Jokowi melarang Jenderal Gatot berangkat ke AS .

Sedikit informasi kepada anda para pembaca setia kami. Didalam Hubungan militeri antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Saat ini dikatakan sedang naik turun, Dan yang paling parah AS pernah melakukan embargo pada Indonesia mulai tahun 1995 hingga 2005 .

Dalam Operasi Embargo itu dijatuhkan lantaran AS menuduh Indonesia. Dimana telah melanggar hak asasi manusia dengan menembaki demonstran di Dili Timor Timur 12 November 1991. Dalam peristiwa ini yang dikenal sebagai nama insiden Santa Cruz .

Sepeluh tahun embargo membuat kekuatan tempur TNI, terutama angkatan udara merosot tajam. Banyak pesawat tempur TNI Angkatan Udara tak bisa beroperasi optimal karena tak punya suku cadang. Misalnya pesawat F-16 Fighting Falcon, F-5 Tiger, sampai pesawat angkut militer C-130 Hercules yang seluruhnya buatan AS . 

Ada kisah menarik bagaimana misi rahasia para jenderal TNI membebaskan pesawat jet tempur TNI AU yang ditahan oleh AS di Thailand .

Tahun 1990an, Indonesia baru saja membeli 34 unit pesawat tempur Hawk 109/209 dari British Aerospace. Pesawat itu secara bertahap diterbangkan dari London ke Indonesia. Nah, sebagian komponen pesawat Hawk ini masih dipasok oleh perusahaan AS. Sesuai aturan di Amerika, sekecil apa pun komponen alutsista buatan AS harus sepengetahuan Pentagon jika berpindah tangan. Maka walau pesawat Hawk diproduksi Inggris, AS merasa masih punya hak untuk ikut mengembargo .

AS pun menggunakan pengaruhnya untuk menekan Inggris. Tiga pesawat Hawk dari London yang terbang menuju Indonesia harus berbalik arah menuju Bangkok, Thailand. Sebenarnya pesawat itu sudah mencapai Singapura dan sebentar lagi masuk wilayah udara Indonesia .

Hal ini dikisahkan dalam buku Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi, Pengabdian Alumni Akabri Pertama 1970 yang diterbitkan Kata Hasta Pustaka tahun 2012. Di Bangkok, tiga pesawat ini ditahan dan tidak boleh dikirimkan ke Indonesia. Situasi ini sangat buruk untuk Indonesia. Sudah beli mahal-mahal, malah kena embargo dan ditahan .

Maka pendekatan diplomasi dan intelijen dilakukan untuk melobi pejabat Thailand. Dua perwira tinggi TNI dikirim untuk membebaskan tiga pesawat tempur itu. Dir B Bais ABRI Brigjen Harianto Imam Santosa dan Aspam Kasau Marsda Tjutju Djuanda dikirim ke negeri Gajah Putih tersebut .

Pihak Thailand tak mudah melepaskan tiga pesawat itu karena ditekan Amerika Serikat. Apalagi pemerintah AS sudah mengirim permintaan resmi melalui nota diplomatik. Thailand adalah sekutu AS di Asia Tenggara selain Filipina .

Namun di sisi lain, pejabat militer Thailand juga punya hubungan pribadi yang sangat baik dengan para petinggi TNI. Akhirnya terciptalah kesepakatan unik yang cerdik yang menguntungkan Indonesia dan Thailand .

Suatu hari, ketiga pesawat jet tempur tersebut diberi 'izin khusus' untuk pemanasan di udara. Hal ini wajar karena pesawat sudah lama ditahan di pangkalan udara Thailand. Izin yang diberikan khusus untuk terbang di sekitar Laut China Selatan .

Pesawat pun disiapkan. Begitu izin diberikan, wuuuuzzzzz!! Pesawat langsung mengangkasa. Namun ketiga pesawat itu tak menuju Laut China Selatan. Mereka malah menuju Pangkalan Udara Supadio di Pontianak. Ketiganya mendarat dengan selamat di wilayah Indonesia .

Pihak Thailand 'pura-pura' mengajukan protes atas pelanggaran tersebut. Namun pemerintah Indonesia juga 'pura-pura' tak terkait dengan pelarian pesawat Hawk itu. Kisah penyelamatan berakhir lucu dan unik ini berakhir. Hawk-Hawk dari Inggris ini masih memperkuat TNI AU sampai sekarang .

Bagaimana menurut anda para pembaca setia ditanah air. Sebenarnya apa yang Militeri Amerika Serikat inginkan dari prajurit Indonesia saat ini. Atau AS sengaja membuat perkara kecil agar bisa dijadikan besar dan sampai memicu peperangan kedepannya ?. Terimakasih .

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here