![]() |
| Infodadupoker |
INFODadupoker - Seperti yang anda ketahui seluruh pembaca setia kami ditanah air. Sampai saat ini Kasus penggandaan kartu tanda penduduk Elektrik. Masih terus berlangsung dimana kita ketahui bersama Tersangka utama kasus ini. Dirinya adalah ketua umum partai golkar Setya Novanto. Saat ini sudah ditangkap dan di masukkan ke jeruji besi KPK .
Sandiwara demi sandiwara telah dilakukan tersangka. Dimana untuk menghindari penyelidikan yang dilakukan Tim penyidik KPK terhadap dirinya. Namun hal yang dilakukan bukannya berhasil melainkan mempermalukan dirinya sendiri. Baik dimata Hukum Negara ini dan juga didepan seluruh masyarakat tanah air .
Dikatakan lolosnya Setnov didalam penyelidikan pertama. Akibat adanya penjelasan yang diberikan KPK selalu ditolak oleh Hakim. Dan segala bukti tidak bisa dibuktikan di pengadilan. Hal ini tentunya membuat tersangka ini berhasil lolos dari jeratan hukum. Namun untuk kedua kalinya usaha KPK tidak sia - sia dan malah berhasil membuat tersangka kalang kabut .
Saat ini Ketua DPR Setya Novanto dicecar 48 pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Dirinya menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembahasan hingga persetujuan anggaran dan proyek pengadaan pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri tahun 2011-2012 .
Didalam penyidik KPK mengonfirmasi 48 pertanyaan kepada Setnov. Ada empat hal utama yang digarisbawahi Otto dalam pemeriksaan kliennya yang sebenarnya tidak berbeda jauh saat pemeriksaan Setnov sebagai saksi. Pertama, biodata Setnov. Kedua, kedudukan Setnov sebagai anggota dan ketua DPR. Ketiga, pengetahuan Setnov terkait dengan e-KTP. Keempat, dugaan aliran dana ke Setnov .
Setnov saat ini Terkait berbagai tuduhan terhadap Setnov antara lain, tentang dugaan kedudukan Setnov yang pernah menjadi komisaris PT Mondialindo Graha Perdana?, Serta diduga adanya kepemilikan saham sebesar lima puluh persen Istri Setnov di perusahaan tersebut, ?. Dugaan lainnya seperti pemberian uang dan/atau barang dari Executive Director PT Biomorf Lone Indonesia (almarhum) Johannes Marliem .
Didalam semua hal yang ditujukan kepada tersangka Setnov ini. KPK harus menunjukkan bukti-bukti keterlibatan Setnov. Jika ada bukti, kata dia, tunjukan dan dikonfirmasi saat pemeriksaan Setnov. Tujuannya, agar bisa lebih objektif. Dan lebih kuat lagi untuk membuktikan dirinya menjadi seorang tersangka kasus korupsi .
Bagaimana menurut anda para pembaca setia kami ditanah air. Dengan 48 pertanyaan yang dilakukan KPK kepada Setnov ini. Dan Dengan cara membela diri setnov menawarkan banding kepada KPK untuk memberikan Bukti. Akanhkan KPK bisa membenarkan bukti dan memasukkan dirinya ke juri besi ?. Terimakasih .


No comments:
Post a Comment